COMPANY PROFILE

PT. AWAT MATA PUTRA adalah perusahaan konsultan jasa pembuatan Bank Garansi dan Surety Bond. PT. AWAT MATA PUTRA Terbentuk dari team dan personil yang ahli di bidang jasa Penerbitan Asuransi dan Bank Garansi. Dengan tujuan untuk menyediakan jasa pelayanan terlengkap pada produk Asuransi dan Bank Garansi. Kami memberikan satu kesatuan pelayanan dengan jangkauan luas, sehingga memungkinkan kami dapat melayani Klien dengan Cepat dan Tepat, mulai dari penjemputan data ke tempat sampai ke penyerahan polis pada klien.

PT. AWAT MATA PUTRA Merupakan perusahaan Konsultan Keagenan/Agency Produk Asuransi dan Bank Garansi yang telah berpengalaman di bidangnya, Personil kami yang berkomitmen dan berpengalaman dalam melayani Klien, dengan Keinginan Besar, Kejujuran, Kerjasama Team, Fleksibel, Negosiator, dan Proses Cepat, serta memberikan solusi-solusi dengan efesien, biaya kompetitif relatif murah dan tanpa jaminan/Non Collateral.

PT. AWAT MATA PUTRA Mempunyai VISI dan MISI adalah menjadi penyedia layanan dengan berbagai pilihan solusi yang lengkap, menjadi perusahaan jasa konsultan pemasaran Asuransi dan Bank Garansi yang handal dan professional, serta memberikan layanan kepada mitra kerja serta Klien dengan tepat waktu dan berkesinambungan.

Salam,

PENTING : Untuk informasi lebih lanjut/negosiasi Rate/biaya dapat menghubungi kantor kami :

PT. AWAT MATA PUTRA

Jl. Kalibata selatan 1 no 19A Kalibata, Jakarta Selatan.12740

Telp. (021) 21279926(021) 21279945

Fax. (021) 21279442

Handphone :

Kartu XL : 0817 7000 7778

simPATI : 0811 8411 278

E-mail : awatmataputra@gmail.com

Facebook: Bank Garansi Surety Bond PT. Awat Mata Putra

Our Service

Surat Penawaran

Kepada Yth

Pimpinan Perusahaan

Attn: Accounting/Finance/Legal

Di Tempat


Hal : Penawaran Kerjasama Pembuatan Bank Garansi & Surety Bond

Dengan Hormat,

Terlebih dahulu perkenalkan Kami dari PT. AWAT MATA PUTRA, adapun dalam kesempatan ini kami bermaksud untuk menawarkan kerjasama dibidang penerbitan Garansi Bank dan Surety Bond yang telah di back-up oleh perusahaan perbankan dan asuransi pemerintah maupun swasta, diantaranya adalah ; BANK BTN, BNI, BRI, BCA, JATIM, JABAR, SINARMAS, BUKOPIN, dll. Sedangkan untuk Surety Bond bisa kami terbitkan dari ASURANSI ASKRINDO, JAMKRINDO, BUMIDA, JAMSYAR, RAMASATRIA, TUGU KRESNA, ACA, SINARMAS, dan Asuransi swasta umum lainnya yang telah terdaftar di Departemen Keuangan Republik Indonesia.

Demikianlah surat penawaran ini yang dapat kami sampaikan. Semoga ini merupakan langkah awal kita untuk menjalin kerja sama dengan baik dan dapat berkesinambungan di masa yang akan datang. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Syarat Penerbitan Bank Garansi/Surety Bond :
  • Surat permohonan penerbitan Bank Garansi/Asuransi
  • Foto Copy Surat Undangan Lelang/SPK/PO/Surat Kontrak Kerja
  • Legalitas Perusahaan: (AKTA Pendirian/Perubahan, SIUP, TDP, NPWP, DOMISILI, SK MenKumHam, SPPKP, SKT, SBU)
  • Company Profile Perusahaan
  • Laporan Keuangan (Auditor Independent/Akuntan Publik) 2 Tahun Terakhir
  • Foto Copy KTP,NPWP, Direktur dan Komisaris (nama yg tercantum di Akta)
  • Daftar/List Pengalaman Pekerjaan (proyek yg pernah di kerjakan) Beserta Bukti SPK/BASTnya
  • SIUJK (Bagi Perusahaan Jasa Konstruksi)
  • Rekening Bank yang Dimilki (Foto Copy Rekening Koran 3 Bulan Terakhir)
  • Nama yg tercantum di Akta, Bebas dari BI Checking
  • Surat Dukungan Suplier
  • Time Schedule
Pengertian Dan Manfaat Bank Garansi
Bank Garansi sendiri adalah jaminan pembayaran yang diberikan kepada pihak penerima jaminan apabila pihak yang dijamin tidak memenuhi kewajibannya. Dengan adanya Bank Garansi, pemilik proyek akan mendapat kepastian bahwa proyek akan berjalan sesuai dengan rencana yang disepakati. Beberapa manfaat Bank Garansi antara lain: Sebagai sarana untuk memperlancar lalu lintas barang dan jasa. Penerima jaminan tidak akan menderita kerugian bila pihak yang dijamin melalaikan kewajiban karena penerima jaminan akan mendapat ganti rugi (pembayaran) dari bank. Dalam praktiknya, Bank Garansi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Di antaranya, Bank Garansi untuk Tender, Bank Garansi untuk Penerimaan Uang Muka Kerja, Bank Garansi untuk Pelaksanaan Pekerjaan, Bank Garansi untuk Pemeliharaan, Bank Garansi kepada Maskapai Pelayaran, Bank Garansi untuk Pita Cukai Tembakau, Bank Garansi untuk Perdagangan, dan lain-lain. Mekanisme penerbitan Bank Garansi biasanya melibatkan tiga pihak, yaitu penjamin, terjamin, dan penerima jaminan. Penjamin adalah bank yang menerbitkan jaminan bank kepada nasabah. Terjamin adalah nasabah (kontraktor) sebagai pihak yang dijamin atau nasabah yang melakukan permohonan kepada bank untuk menerbitkan jaminan bank. Penerima Jaminan adalah pihak ketiga (pemilik proyek) yang menerima jaminan atas suatu perjanjian dengan pihak terjamin atau pihak yang menerima jaminan atas suatu konsekuensi kesalahan yang dilakukan oleh pihak terjamin. Penerima jaminan nantinya berhak memperoleh penggantian atas kejadian tersebut. Hal penting yang harus diingat adalah bank akan memeriksa kesanggupan dari si pemohon penerbitan Bank Garansi (applicant), selain pihak applicant harus mempunyai Counter Garansi. Bank penerbit juga akan memeriksa surat kontrak antara pihak applicant dengan pihak beneficiary. Isi surat kontrak harus berbunyi detail, karena kontrak tersebut merupakan dasar daripada permohonan penerbitan Bank Garansi. Untuk Lebih lengkapnya silahkan hubungi adamin kami untuk memakai jasa penerbitan surety bond dan bang garansi dari kami ke Kontak berikut PT. AWAT MATA PUTRA Jl. Kalibata selatan 1 no 19A Kalibata, Jakarta Selatan.12740 Telp. (021) 21279926, (021) 21279945, Fax. (021) 21279442 Handphone : Kartu XL : 0817 7000 7778 simPATI : 0811 8411 278 E-mail : awatmataputra@gmail.com Facebook: Bank Garansi Surety Bond PT. Awat Mata Putra
Dasar Hukum Penerbitan Surety Bond
Sebenarnya, KMK RI no. 761/KMK.013/1992 sebagai dasar kewenangan dari perusahaan-perusahan yang ditetapkan dapat menerbitkan surety bond dalam pekerjaan-pekerjaan pemborongan ataupun perdagangan yang dibiayai oleh APBN dan KMK RI No. 108/KMK.01/1995 sebagai dasar wewenang penerbitan customs bond, tidak mengatur ataupun memberikan penjelasan tentang prinsip-prinsip yang dianut oleh lembaga penjaminan ataupun tata cara penerbitan penjaminan tersebut secara lengkap. Keputusan Menteri tersebut lebih mengingatkan dalam konsideransnya agar prinsip-prinsip penerbitan penjaminan tersebut disesuaikan dengan prinsip-prinsip usaha perasuransian berdasarkan UU No. 2 tahun 1992. Prinsip-prinsip penjaminan dalam surety bond itu sendiri sebenarnya telah lama dikenal dalam KUH Perdata. Jaminan tertulis yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi tersebut lebih dikenal dengan lembaga penjaminan/penanggungan perorangan (borgtocht) yang diatur dari mulai Pasal 1820 sampai dengan pasal 1850 KUH Perdata. Dari definisi penanggungan yang diterangkan oleh Pasal 1820 ditekankan bahwa penjaminan merupakan persetujuan yang bersifat accesoir yang pelaksanaannya akan sangat bergantung kepada perjanjian pokok yang mendasari terbitnya perjanjian jaminan tersebut. Artinya, bila perjanjian pokok yang melatarbelakangi terbitnya surety bond tersebut batal, maka akan mengakibatkan pula perjanjian surety bond sebagai perjanjian accesoir -nya batal (1821 KUH.Perdata) Sifat accesoir tersebut sangat penting dipahami oleh perusahaan asuransi sebagai alasan penerbitan surety bond. Artinya, surety bond tidak bisa diterbitkan begitu saja atau berdiri sendiri sesuai dengan kebutuhan dari pihak yang membutuhkannya. Akan tetapi, harus didasarkan oleh adanya perjanjian pokok yang sah dari kedua belah pihak berkontrak (misalnya antara pemberi kerja (boheer) dengan kontraktor dalam perjanjian pemborongan) yang membutuhkan diterbitkannya komitmen penanggungan resiko atas kemungkinan tidak dilaksanakannya prestasi kontraktor seperti yang diperjanjikan para pihak yang berkontrak dalam kontrak pemborongan tersebut. Pada dasarnya, pihak pemberi kerja (obligee/kreditur) sangat menginginkan kepastian hukum dari produk surety bond dalam hal kewajiban penanggungan kerugian harus direalisasikan sebagai akibat wanprestasi yang dilakukan oleh kontraktor (principal/debitur). Sebagai contoh, adanya hak-hak istimewa yang dimiliki oleh penanggung, seperti yang diatur dalam KUH Perdata. Misalnya, tentang hak agar pihak penerima jaminan (obligee) ataupun kreditur terlebih dahulu melakukan penagihan terhadap debitur utama (principal) sebelum melakukan penagihan terhadap penanggung dalam hal debitur tersebut wanprestasi. Selain itu, hak-hak istimewa penanggung lainnya seperti yang diatur dalam Pasal 1430, 1831,1833, 1834,1837,1838 dan 1850 KUH Perdata adalah pasal-pasal yang tidak diinginkan oleh penerima jaminan untuk terus melekat pada perusahaan asuransi sebagai penanggung dalam memenuhi kewajiban (contigency obligation) terhadap obligee/kreditur tersebut. Dengan pengertian lain, pada saat prestasi kontraktor/principal yang dipertanggungkan kepada obligee tersebut tidak terlaksana sesuai dengan apa yang disepakati dalam perjanjian pokok, maka hanya dengan pembuktian bahwa principal tersebut telah wanprestasi, perusahaan asuransi yang menerbitkan surety bond tersebut harus telah mencairkan ganti rugi yang dijamin pembayarannya tersebut dengan segera. Halini tanpa terlebih dahulu mengharuskan obligee mengejar pelunasan dari principal sebagai akibat telah dikesampingkannya pasal-pasal yang mengatur hak istimewa penanggung tersebut. Kemampuan ataupun kelayakan dari si penanggung juga akan memegang peranan dari kualitas perjanjian penanggungan itu sendiri. Pasal 1827 dengan tegas mensyaratkan kelayakan dari penanggung sebagai berikut: “Si berutang yang diwajibkan memberikan seorang penanggung, harus memajukan seorang yang mempunyai kecakapan untuk mengikatkan dirinya yang cukup mampu untuk memenuhi perikatannya, dan yang berdiam diwilayah Indonesia.” Dalam hal si penanggung adalah perorangan pribadi ataupun perusahaan biasa, maka performance dari calon penanggung tersebut akan sangat sulit untuk dipastikan. Seorang kreditur ataupun penerima perjanjian penjaminan tersebut akan sangat bergantung pada reputasi si penjamin ataupun bila adanya jaminan pihak lain terhadap penjamin tersebut. Hal ini dimungkinkan oleh Pasal 1823 (2) KUH Perd. Dan dalam prakteknya, si penerima penjaminan tersebut dapat saja meminta jaminan kebendaan dari si penanggung atas kesediaannya menjadi penjamin pelaksanaan preastasi dari pihak debitur tersebut. Dalam hal penerbitan surety bond, kecakapan dan kemampuan dari perusahaan asuransi yang menerbitkan produk jasa penjaminan tersebut akan sangat menentukan kualitas ataupun kepercayaan dari pihak penerima surety bond. Oleh karena itu, Menteri Keuangan sebagai pengawas dan pembina dari industri perasuransian berdasarkan UU. No.2 tahun 1992, tidak memberikan kewenangan pada semua perusahaan asuransi untuk dapat menerbitkan surety bond. Tampaknya, pemerintah hanya masih akan memberikan wewenang untuk dua puluh perusahaan asuransi sampai saat ini. Dan malah, dalam menerbitkan costoms bond masih hanya dapat dilakukan oleh lima belas perusahaan asuransi. Itu pun dengan tegas diatur dalam Pasal 2 KMK RI no. 108/KMK.01/1995 tgl. 13 Maret 1995 bahwa wewenang untuk menerbitkan customs bond yang diberikan kepada kelima belas perusahaan masih dapat diubah atau ditinjau kembali berdasarkan penilaian batas tingkat solvabilitas dan kemampuan pengelolaan teknis dalam penerbitan customs bond. Akan tetapi, tidak berarti diberikannya hak untuk menerbitkan surety bondhanya pada perusahaan asuransi yang telah terseleksi seperti yang ditegaskan oleh KMK tersebut membuat permasalahaan surety bond telah habis. Terbukti keengganan banyak kontraktor, kreditur ataupun investor, khususnya investor asing, terhadap kepastian penjaminan yang ditawarkan oleh surety bond tersebut mengharuskan pihak perasuransian melihat ada permasalahaan lain selain kualitas dan bonafiditas dari perusahaan asuransi tersebut.

OUR PARTNERS

Banking Company

Surety Company


PT. AWAT MATA PUTRA

Jl. Kalibata selatan 1 no 19A Kalibata, Jakarta Selatan.12740

Telp. (021) 21279926(021) 21279945

Fax. (021) 21279442

Handphone :

Kartu XL : 0817 7000 7778

simPATI : 0811 8411 278

E-mail : awatmataputra@gmail.com

Facebook: Bank Garansi Surety Bond PT. Awat Mata Putra